Baiklah, ini dia kisah Dracin fantasi yang kamu minta: **Roh yang Menyimpan Rahasia Reinkarnasi** **Bab 1: Lentera di Atas Sungai Lupa** Di tepi Sungai Lupa, cahaya **lentera** menari di atas air yang tenang. Bukan lentera biasa, tapi lentera jiwa, masing-masing membawa setitik kenangan dari dunia manusia. Malam itu, bulan purnama menggantung rendah, **MENGINGAT NAMA** setiap jiwa yang melintas, nama yang sayangnya, tak lagi diingat oleh pemiliknya sendiri. Aku, Lin Wei, berdiri di sana. Tidak ingat siapa aku, tidak ingat bagaimana aku sampai di sini. Hanya rasa familiar yang aneh, seperti *déjà vu* yang abadi. Di sekelilingku, dunia roh berdenyut dengan energi yang aneh, indah, dan menakutkan. Pohon-pohon berbisik dalam bahasa yang tak ku mengerti, tapi entah bagaimana, kurasa aku *memahaminya*. Seorang pria berwajah dingin, mengenakan jubah putih bersih, mendekatiku. Dia adalah Penjaga Sungai Lupa, sosok abadi yang telah menyaksikan ribuan jiwa menyeberang. "Kau berbeda, Lin Wei," katanya, suaranya seperti gemerisik daun kering. "Kenanganmu tidak terhapus sepenuhnya." Aku menatapnya, bingung. "Kenapa? Siapa aku?" Dia menghela napas panjang. "Rahasia itu terkunci dalam reinkarnasimu. Kematianmu di dunia manusia bukanlah akhir, melainkan *AWAL*." **Bab 2: Bayangan yang Berbisik** Sejak saat itu, aku mulai melihatnya – **bayangan-bayangan** yang berbisik. Mereka menempel pada dinding, pada pohon, bahkan pada Penjaga Sungai Lupa. Awalnya hanya gumaman tak berarti, tapi lama kelamaan, kata-kata itu mulai membentuk cerita. Cerita tentang seorang putri yang dibunuh oleh kekasihnya sendiri. Cerita tentang pengkhianatan, cinta terlarang, dan takdir yang dipaksakan. Aku merasa terhubung dengan cerita itu. Seolah-olah aku adalah putri itu. Namun, ada yang aneh. Bayangan-bayangan itu tampak sengaja menunjukkanku potongan-potongan cerita, menyembunyikan bagian-bagian penting. Siapa kekasih yang berkhianat itu? Mengapa aku dibunuh? Suatu malam, saat bulan bersinar paling terang, salah satu bayangan berbicara lebih jelas. "Dia tidak mencintaimu, Lin Wei. Dia hanya menginginkan kekuatanmu." Kekuatan? Apa yang dia maksud? Aku tidak mengerti. **Bab 3: Jejak di Dunia Manusia** Dengan bantuan Penjaga Sungai Lupa, aku menemukan cara untuk menembus batas antara dunia roh dan dunia manusia. Bukan dalam wujud fisik, tentu saja, tapi sebagai *pengamat*. Aku melayang di atas kota-kota yang ramai, mengintip ke dalam kehidupan orang-orang, mencari jejak masa laluku. Aku menemukan istana megah, kuil-kuil kuno, dan taman-taman indah yang terasa familiar. Aku melihat wajah-wajah yang terasa asing, namun entah mengapa, hatiku berdebar kuat saat melihat mereka. Ada seorang jenderal muda yang gagah berani, seorang biksu bijaksana, dan seorang wanita cantik yang tatapannya penuh kesedihan. Salah satu dari mereka menyimpan kunci rahasia reinkarnasiku. Aku **HARUS** menemukan mereka. **Bab 4: Sang Manipulator Takdir** Semakin dalam aku mencari, semakin jelas aku menyadari bahwa aku tidak sendirian. Ada kekuatan lain yang bekerja di balik layar, **MEMANIPULASI TAKDIR**. Seseorang telah mengatur segalanya sejak awal, memastikan aku mati di dunia manusia dan terdampar di dunia roh. Siapa? Kenapa? Jawabannya datang dalam mimpi. Aku melihat diriku di kehidupan lampau, berdiri di altar, bersumpah setia pada seorang pria berjubah hitam. Dia tersenyum licik, matanya berkilat dengan ambisi yang tak terpadamkan. Dia adalah Dewa Kegelapan, penguasa dunia roh yang haus akan kekuatan. Dia membutuhkan jiwaku, kekuatan reinkarnasiku, untuk mewujudkan tujuannya. Dia adalah kekasih yang berkhianat itu! **Bab 5: Cinta Sejati vs. Kebohongan Abadi** Di saat-saat tergelap, aku hampir menyerah. Aku merasa terjebak dalam jaring kebohongan yang tak berujung. Tapi kemudian, aku ingat Penjaga Sungai Lupa. Tatapannya yang teduh, kata-katanya yang bijak, kehadirannya yang menenangkan. Dia selalu ada untukku, membimbingku, melindungiku. Mungkinkah... mungkinkah dialah yang *benar-benar* mencintaiku? Kebenaran terungkap seperti cahaya mentari yang menyinari kegelapan. Penjaga Sungai Lupa adalah reinkarnasi dari jenderal muda yang gagah berani itu, pria yang mencintaiku di kehidupan lampau dan bersumpah untuk melindungiku di setiap kehidupan. Dia telah menyerahkan segalanya, bahkan identitasnya, untuk menjagaku dari Dewa Kegelapan. **Bab 6: Mantra Terakhir** Pertempuran terakhir pun pecah. Dunia roh bergetar. Lentera-lentera jiwa berjatuhan. Aku menghadapi Dewa Kegelapan, mata kami terkunci dalam tatapan sengit. "Kau tidak bisa mengalahkanku, Lin Wei," desisnya. "Takdirmu sudah tertulis." Aku tersenyum. "Takdir bisa diubah. *Cinta* lebih kuat dari kegelapanmu." Dengan bantuan Penjaga Sungai Lupa, aku menggunakan kekuatan reinkarnasiku untuk menghancurkan Dewa Kegelapan. Kejahatan yang telah menghantui hidupku akhirnya musnah. Aku menatap Penjaga Sungai Lupa, air mata mengalir di pipiku. "Siapa aku sekarang?" Dia memegang tanganku erat. "Kau adalah Lin Wei, *selalu*." *Dan sungai itu akan mengalir selamanya, membawa rahasia jiwa ke alam semesta yang luas.*
You Might Also Like: Skincare Viral Di Tiktok Di Cilandak
Post a Comment