**Janji yang Disembunyikan Dalam Permata** Kabut lavender menggantung di atas Danau Bulan Sabit, persis seperti yang kulihat dalam mimpi-mimpi anehku. Aku, Lin Mei, seorang *desainer perhiasan* muda yang baru saja pindah ke kota ini, selalu merasa ditarik oleh tempat ini. Setiap kali aku mendekat, jantungku berdebar kencang, seolah mengenali sesuatu yang hilang. Di sebuah toko barang antik usang, aku menemukan sebuah kotak musik tua. Saat memutar melodinya, ingatan-ingatan *aneh* menyerbu benakku. Potongan-potongan adegan kehidupan yang bukan milikku: jubah sutra merah, pedang perak berkilauan, dan tatapan mata **PENUH PENGKHIANATAN**. Aku mulai sering bermimpi tentang **DIA**, Pangeran Wei, yang aku cintai dengan segenap jiwa raga di kehidupan sebelumnya. Kami berjanji akan menikah di bawah *Pohon Abadi* setelah peperangan usai. Namun, perang itu tak pernah usai. Aku melihatnya, dalam mimpiku, ditikam dari belakang oleh seseorang yang wajahnya kabur. Seseorang yang mengkhianatinya dan merebut takhtanya. Aku merasa *amarah* membara dalam diriku. Siapa dia? Siapa yang berani menghancurkan cintaku? Suatu hari, aku menemukan sebuah permata zamrud antik di pasar loak. Saat menyentuhnya, ingatanku kembali dengan jelas. Pangeran Wei memberiku permata itu sebagai tanda cintanya. Di saat itulah, aku ingat *segalanya*. Pengkhianat itu adalah adiknya sendiri, Pangeran Zhao! Ia iri akan kekuasaan dan cinta Wei padaku. Ia merencanakan kematian Wei, dan menyebarkan fitnah tentangku, sehingga aku dituduh berkhianat dan dihukum mati! Di dunia modern ini, Pangeran Zhao telah bereinkarnasi menjadi **CEO** sebuah perusahaan perhiasan besar, Li Jun. Ia berkuasa, kaya, dan arogan, sama seperti dulu. Kebencianku padanya *mendidih*. Aku tahu apa yang harus kulakukan. Aku melamar pekerjaan di perusahaannya. Dengan bakatku, aku dengan cepat naik pangkat, menjadi desainer utama. Aku merancang koleksi perhiasan yang luar biasa, yang didasarkan pada *legenda kuno* tentang Pangeran Wei dan permata zamrud. Koleksiku menjadi sangat populer, mengangkat nama perusahaannya. Li Jun sangat terkesan padaku. Ia bahkan mulai menaruh hati padaku. Ini adalah balas dendamku yang paling halus. Aku akan membuat perusahaannya bergantung padaku. Aku akan membuat namanya melambung berkat kisah cinta yang ia hancurkan. Aku akan membuatnya *terikat* padaku, persis seperti yang ia lakukan padaku di kehidupan sebelumnya. Aku akan menggunakan kekuasaan dan pengaruhku untuk menjatuhkannya, bukan dengan kekerasan, tetapi dengan menghancurkan *warisan* yang ia bangun di atas darah dan pengkhianatan. Pada malam peluncuran koleksi perhiasanku, Li Jun menatapku dengan tatapan yang sama seperti Pangeran Zhao menatapku ribuan tahun lalu. Aku tersenyum padanya, senyum yang mengandung *janji* dan *ancaman*. "Koleksi ini sangat indah, Lin Mei," katanya. "Ya," jawabku. "Sama indahnya dengan **takdir**." Aku memutuskan untuk tidak membalas dendam secara langsung. Aku akan membiarkannya hidup dengan penyesalan, dengan mengetahui bahwa ia telah membangun kerajaannya di atas *kebohongan* dan *kejahatan*. Aku akan menghantuinya dengan ingatan akan Pangeran Wei, dengan ingatan akan cinta yang ia hancurkan. Aku meninggalkan perusahaan Li Jun keesokan harinya. Aku membuka butik perhiasanku sendiri, yang berfokus pada desain yang terinspirasi dari legenda kuno. Aku menemukan kedamaian dalam menciptakan keindahan, dalam menghormati kenangan Pangeran Wei. Di depan butikku, aku menanam sebuah pohon muda, pohon yang sama dengan *Pohon Abadi* yang kami janjikan akan menikah di bawahnya. Aku tahu, di suatu tempat di alam semesta, Pangeran Wei menungguku. Dan suatu hari nanti, kita akan bertemu lagi, dan cinta kita akan bersinar lebih terang dari sebelumnya, *ketika takdir telah menunaikan janjinya*.
You Might Also Like: Drama Seru Aku Mencintaimu Tanpa Syarat
Post a Comment