Baiklah, ini dia kisah dracin dengan nuansa takdir, reinkarnasi, dan dendam yang ditebus dengan pengampunan, dalam bahasa Indonesia: **Ia Menatap Foto Lama, Lalu Matanya *Crash*** Hujan abu-abu kota Shanghai menari di kaca jendela apartemen Xia Wei. Tangannya gemetar memegang foto usang. Seorang pria dengan senyum tipis, mengenakan seragam militer era Republik Tiongkok. Tatapan pria itu menembus waktu, seolah *mengenal* dirinya. Xia Wei tidak mengerti. Ia tidak pernah melihat pria ini sebelumnya. *Namun, jantungnya berdebar seperti genderang perang setiap kali matanya bersitatap dengan mata dalam foto itu.* "Aneh," bisiknya. Sebuah melodi piano *memenuhi* ruangan. Melodi yang sama yang sering *menghantuinya* dalam mimpi. Mimpi tentang kebun bunga *Meihua* yang luas, seorang wanita berpakaian cheongsam merah darah, dan suara tembakan yang memekakkan telinga. Xia Wei adalah seorang desainer interior yang sukses. Hidupnya teratur, *tanpa cela*. Tapi sejak menemukan foto itu di toko barang antik, mimpi-mimpi aneh itu semakin intens. Ia merasa *tertarik* ke masa lalu, ke kehidupan yang bukan miliknya. Suatu hari, ia bertemu dengan Li Wei, seorang kolektor seni yang memiliki galeri di pusat kota. Saat pertama kali melihatnya, Xia Wei terkejut. Li Wei *identik* dengan pria dalam foto. "Kita... pernah bertemu sebelumnya?" tanya Xia Wei gugup. Li Wei tersenyum misterius. "Mungkin dalam mimpi." Pertemuan mereka *memantik* serangkaian kejadian aneh. Xia Wei terus-menerus melihat kilasan-kilasan masa lalu. Ia melihat dirinya, sebagai Mei Lan, wanita yang mencintai Jenderal Zhao Lin (pria dalam foto). Mereka terpisah oleh intrik politik dan pengkhianatan. Zhao Lin difitnah dan dieksekusi. Mei Lan, hancur hatinya, bersumpah untuk membalas dendam. **SERATUS TAHUN.** Bunga Meihua di taman apartemen Xia Wei bermekaran di luar musimnya. Sebuah lukisan tua yang dibeli Li Wei *tiba-tiba* menunjukkan pesan tersembunyi: "Dendam tidak membawa kedamaian." Xia Wei akhirnya ingat semuanya. Ia ingat pengkhianatan itu, rasa sakit yang tak terkatakan, dan sumpah yang diucapkannya di bawah pohon Meihua yang berdarah. Ia adalah reinkarnasi Mei Lan. Li Wei adalah reinkarnasi Jenderal Zhao Lin. Orang yang bertanggung jawab atas kematian Zhao Lin juga bereinkarnasi: Zhou Qiang, sekarang seorang pengusaha kaya dan berpengaruh. Xia Wei memiliki kesempatan untuk membalas dendam. Ia bisa menghancurkan Zhou Qiang, sama seperti ia menghancurkan hidupnya dan Zhao Lin seratus tahun lalu. Namun, *pesan* dalam lukisan itu menghantuinya. Ia melihat bagaimana dendam hanya membawa penderitaan yang berkelanjutan. Ia melihat kesedihan di mata Li Wei, *kesedihan yang sama* yang dirasakannya. Di sebuah gala amal yang dihadiri Zhou Qiang, Xia Wei mendekatinya. Zhou Qiang, *sama sekali tidak menyadari* identitas aslinya, berusaha merayu Xia Wei. Xia Wei tersenyum *dingin*. "Aku tahu," bisiknya. "Aku tahu apa yang kau lakukan pada Zhao Lin." Zhou Qiang *terkejut*. Ia mencoba menyangkalnya, tetapi Xia Wei hanya menggelengkan kepala. "Aku tidak akan membalas dendam," katanya. "Aku hanya akan membiarkanmu hidup dengan penyesalanmu." Keheningan Xia Wei *lebih menyakitkan* daripada teriakan. Zhou Qiang terlihat ketakutan, hancur oleh beban masa lalunya. Xia Wei dan Li Wei meninggalkan gala itu bersama. Hujan abu-abu masih menari di kota Shanghai. "Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Li Wei. Xia Wei menatapnya, matanya *penuh* dengan kelembutan. "Kita akan membangun kehidupan yang baru. Kehidupan yang tidak dihantui oleh masa lalu." Mereka berpegangan tangan, berjalan menyusuri jalanan yang basah. *Dendam telah dilepaskan*. Tetapi, di kejauhan, sebuah *bisikan* terdengar di telinga Xia Wei: "Janji... akan selalu ditepati..."
You Might Also Like: Alingsas Town Centre Renewal Election
Post a Comment