Harus Baca! Senyum Yang Menutup Pintu Neraka

## Senyum yang Menutup Pintu Neraka Rinai musim gugur membasahi atap kuil tua. Xia Lian berdiri di ambang pintu, merasakan hawa dingin menembus jubah sutranya. Aroma dupa dan tanah basah menguar, membawa serpihan-serpihan ingatan yang *kabur*. Ia selalu merasa asing di kota ini, namun ada sesuatu yang menariknya kembali, seperti benang tak kasat mata yang terentang melintasi waktu. Sejak kecil, Xia Lian memiliki mimpi aneh tentang taman-taman yang dipenuhi bunga *plum* dan tawa seorang pria bergaun emas. Mimpi itu begitu nyata, terkadang ia terbangun dengan air mata di pipi dan nama yang asing di bibirnya: Kaisar Yong. Suatu hari, saat mengunjungi toko buku antik di sudut jalan yang sepi, matanya tertuju pada sebuah lukisan usang. Seorang wanita cantik bergaun *phoenix merah* menatapnya dengan tatapan yang familier. Di bawah lukisan itu, tertulis: *Permaisuri Xian*, kekasih Kaisar Yong. Jantung Xia Lian berdebar kencang. Lukisan itu… lukisan itu adalah dirinya. Ingatan-ingatan itu datang seperti air bah. Xia Lian mengingat istana yang megah, intrik yang kejam, dan cinta yang dikhianati. Kaisar Yong mencintainya, memberikan segalanya padanya. Namun, di balik senyum manis Selir Lan, tersembunyi *racun mematikan*. Selir itu menginginkan takhta, dan Permaisuri Xian adalah penghalangnya. Selir Lan meracuni anggur Xia Lian, merenggut nyawanya di malam festival lentera. Sebelum kegelapan menelannya, Xia Lian melihat senyum kemenangan Selir Lan. Senyum yang akan menghantuinya selama *berabad-abad*. Di kehidupan ini, Selir Lan terlahir kembali sebagai Nyonya Li, seorang wanita kaya dan berpengaruh. Xia Lian tahu. Ia *merasakannya*. Tatapan Nyonya Li, pujiannya yang manis, semuanya terasa seperti belati yang berkarat. Kesempatan untuk balas dendam datang ketika Nyonya Li menawarkan Xia Lian pekerjaan sebagai asisten pribadinya. Xia Lian menerima. Bukan dengan amarah, bukan dengan dendam yang membara, tetapi dengan *senyum lembut* yang sama yang dulu menghiasi bibirnya sebagai Permaisuri Xian. Xia Lian perlahan tapi pasti, mulai memengaruhi keputusan Nyonya Li. Ia mengarahkannya pada investasi yang *gagal*, mengasingkannya dari teman-temannya, dan pada akhirnya, menghancurkan reputasinya. Nyonya Li kehilangan segalanya: uang, kekuasaan, dan kehormatan. Di hari terakhirnya bekerja untuk Nyonya Li, Xia Lian menatap wanita yang dulunya Selir Lan itu dengan *tatapan dingin*. "Di kehidupan sebelumnya, Anda mengambil segalanya dariku. Sekarang, saya hanya mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milikku." Nyonya Li menatap Xia Lian dengan mata kosong. Ia tahu. Ia *selalu* tahu. Xia Lian berbalik dan berjalan pergi, meninggalkan Nyonya Li dalam kehancurannya. Bukan dengan kebencian, tapi dengan *ketenangan*. Ia telah menutup pintu neraka itu, sekali dan untuk selamanya. Senyum yang ia berikan pada Nyonya Li bukanlah senyum kemenangan, melainkan senyum *pembebasan*. Namun, di balik senyum itu, tersembunyi satu janji yang belum terpenuhi: Di kehidupan selanjutnya, aku akan menemukanmu, Kaisar Yong... dan kali ini, kita akan bersama *selamanya*...
You Might Also Like: Cerpen Keren Air Mata Yang Menjadi

Post a Comment